Beberapa pegiat sastra dari sejumlah daerah berkumpul di rumah Andhi Setyo Wibowo kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang).
Label
A. Fatoni
Aang Fatihul Islam
Abu Wafa
Aditya Ardi N
Agus Sulton
Ahmad Anshori
Ahmad Saifullah
Akhmad Fatoni
Akhmad Sofyan Hadi
Andy Sri Wahyudi
Anjrah Lelono Broto
Anom Hamdani
Arief Wibisono
Arifin Ipien
Bahrul Ulum A. Malik
Binhad Nurrohmat
Cak Cax Ndhi Anggorokasih
Cak Kephix
Cak Kephix (Andy Setyo Wibowo)
Candra Adikara Irawan
Catatan
Cucuk Espe
Dadang Ari Murtono
Dahlan Kong
Dian Sukarno
Diskusi
Edi AH Iyubenu
Esai
F Rahardi
Fendi Kachonk
Gunoto Saparie
Heri CS
Hilmi Abedillah
Hotel Yusro Jombang
Iman Budhi Santosa
Inswiardi
Inung AS
Irfan Afifi
Jati Utami
JumArt Boenga Ketjil
Kardono Setyorakhmadi
KBS Sukarmadju
Khoshshol Fairuz
Khosol Fairuz
M. Adlan Ali
M. Faizi
M. Lukluk Atsmara Anjaina
M. Mufid
Mahfud Ikhwan
Malkan Junaidi
Mansur Muh.
Mansur Muhammad
Mashuri
Moch. Faisol
Mufa Rizal
Muhammad Ali Ridho
Muhammad Firdaus Rahmatullah
Mukadi
Mukani
Nanda Sukmana
Nurdin Ardi Bramono
Nurel Javissyarqi
Parimono V / 40 Plandi Jombang
Pawang Surya Kencana
Pelukis Tarmuzie
Puthut EA
Rakhmat Giryadi
Rasanrasan Boengaketji
Resensi
Rialita Fithra Asmara (Rialita Sastra)
Robin Al Kautsar
Roso Titi Sarkoro
Sabrank Suparno
SelaSastra Boenga Ketjil
Seni Ngaji Boenga Ketjil
Setia Naka Andrian
Shofie Agung
Suyitno Ethex
Tamrin Bey
Taufan Tohari
Tim Penulis Mahasiswa Unhas Tebuireng
Tjahyono Widarmanto
Warung Boengaketjil
Yusri Fajar
Yustinus Harris
Zaenudin S
Zainuddin Sugendal
Zen Sugendal
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Februari 2020
Rabu, 07 Maret 2018
USAHA MENCINTAI HUJAN RAHMAT GIRYADI
; refleksi SelaSastra #11
Khoshshol Fairuz *
Tidak banyak orang mengerti tentang dunia perpuisian, termasuk saya yang waktu itu secara sepihak ditugasi menjadi moderator dalam bincang buku terbaru Rakhmat Giryadi atau lebih akrab dipanggil Lik Gir: Usaha Mencintai Hujan. Hanya karena rasa pengin tahu yang besar, saya manut saja dan berangkat menuju Boenga Ketjil milik Mas Andhi Kepix. Sesuai namanya, SelaSastra juga dilaksanakan pada hari selasa (6/12/2016). Hadir dalam bincang sastra sang pengulas Mas Anjrah Lelono Broto yang sudah dahulu menempati lesehan, para pegiat sastra Jombang dan penyair-penyair Mojokerto. Acara dimulai pukul 20:00 diawali dengan engkel-engkelan soal siapa dulu yang membuka, dan secara simbolik Mas Andhi Kepix menyampaikan pembukaan dengan mengucapkan salam dilanjutkan dengan penyatuan persepsi ala saya.
Khoshshol Fairuz *
Tidak banyak orang mengerti tentang dunia perpuisian, termasuk saya yang waktu itu secara sepihak ditugasi menjadi moderator dalam bincang buku terbaru Rakhmat Giryadi atau lebih akrab dipanggil Lik Gir: Usaha Mencintai Hujan. Hanya karena rasa pengin tahu yang besar, saya manut saja dan berangkat menuju Boenga Ketjil milik Mas Andhi Kepix. Sesuai namanya, SelaSastra juga dilaksanakan pada hari selasa (6/12/2016). Hadir dalam bincang sastra sang pengulas Mas Anjrah Lelono Broto yang sudah dahulu menempati lesehan, para pegiat sastra Jombang dan penyair-penyair Mojokerto. Acara dimulai pukul 20:00 diawali dengan engkel-engkelan soal siapa dulu yang membuka, dan secara simbolik Mas Andhi Kepix menyampaikan pembukaan dengan mengucapkan salam dilanjutkan dengan penyatuan persepsi ala saya.
Sastra dan Kesesatan
(SelaSAstra #1)
Membincang Sastra dan Kesesatan semalam (Selasa 26 Januari 2016) di Warung Boenga Ketjil kediaman Andhi Setyo Wibowo ibarat mengulas Laut dan Gelombang. Presisi batasan yang tepat tidak ditemukan dalam satu ruas, sebab Sastra bersifat benda riel sedang Ke-sesat-an adalah gelembung sifat yang diakibatkan/dihasilkan oleh debur luasnya samudera.
Membincang Sastra dan Kesesatan semalam (Selasa 26 Januari 2016) di Warung Boenga Ketjil kediaman Andhi Setyo Wibowo ibarat mengulas Laut dan Gelombang. Presisi batasan yang tepat tidak ditemukan dalam satu ruas, sebab Sastra bersifat benda riel sedang Ke-sesat-an adalah gelembung sifat yang diakibatkan/dihasilkan oleh debur luasnya samudera.
Andy Sri Wahyudi, Puisi dan Pantomim
Boenga Ketjil, 16 April 2016
Sebenarnya aku belum pernah melihat
pementasan pantomim secara utuh apalagi secara live. Dan malam ini ada undangan
buat diskusi sastra dengan nara sumber Kang Andy Sri Wahyudi yang pantomimer
dari Yogjakarta. Berdasarkan info yang aku dapat, Kang Andy mau adakan pementasan mini di Boenga
Ketjil. Ini yang membuat aku begitu semangat buat hadir di markas Kang Kepik.
Nonton pementasan pantomim. Live!!!
Sabtu, 03 Maret 2018
SASTRA, SEBUAH TAMAN BUNGA
Ahmad Anshori *
“Urusan yang coba kutuntaskan, melalui kekuatan
kata-kata, adalah membuatmu mendengar, membuatmu merasakan—dan yang utama
adalah membuat matamu terbuka. Begitulah, tidak lebih.” – Joseph
Conrad (1857-1924)
Pernyataan
dari salah satu penulis terbaik Britania ini yang barangkali akan sedikit
mewakili apa yang terjadi dalam diskusi budaya Selasatra #14 yang bertajuk
“sastra dan realita sosial” pada Rabu
(15/2/17) malam lalu di warung Boenga Ketjil, Parimono Jombang.
SelaSastra? Mari Kita Nikmati Saja *
Setiap
satu minggu kita bisa temui Sabtu kemudian berganti Minggu pada hari berikutnya
lalu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at dan berulang Sabtu lagi dan
berulang.Hanya tujuh hari itu dalam satu minggu.Kamis malam akrab kita kenal
sebagai malam Jum’at.Sabtu malam sering disebut malam Minggu.Malam yang
panjang, kata orang.
SelaSAstra: Teknik Menulis dan Kerancuan-Kerancuan Lainnya
Mansur
Muhammad
"Saya
menulis dan, memang harus menulis. Setiap hari. Soal isi, pikir nanti. Apalagi
teknik." seloroh Pak Cucuk SP selaku pembicara dalam acara SelaSAstra tadi
malam. Acara sederhana yang cukup unik ini diselenggarakan di kedai Boenga
Ketjil milik Pak Andhi. Ruang berdesain nyentrik ini membuat nyaman siapa saja
yang hadir. Entah sekedar ngobrol atau diskusi --semi resmi, seperti yang
terjadi tadi malam. Banyak kalangan penulis dan penikmat sastra dari berbagai
komunitas hadir di sana.
Minggu, 25 Februari 2018
Basa Jawa Napak ing Mangsa Sandyakala?
Jati
Utami
Obrolan
ngeneki sastra basa jawa nang Warung Boenga Ketjil sore iku tambah bengi tambah
rame ae. Di wiwiti maca cerkak “ Mak, Sayak lan Hem Kotak-kotak” karangane
Anjrah Lelono Broto dening Andhi Setyo Wibowo ( Cak Kephix ) , omong-omongan
terus mili saut-sautan teka kanca-kanca sing macem-macem penggaweane. Ana
pelakon nang kasusastran ambek seni budaya, uga ana sing seneng nggatekna nang
mati uripe basa Jawa.
Antara Sastrawan dan Kritikus Sastra
Candra Adikara Irawan
“Jurnalisme Diam Sastra Bicara” (Seno Gumira Ajidarma)
Sehabis magrib, lampu padam. Ublik-ublik kecil menyala di atas meja-meja, membingkai lukisan-lukisan yang terpampang di dinding, hingga kami menikmati menunggu dengan saling bercakap di keremangan. Tak berapa lama, lampu menyala dan Mas Andhi Setyo Wibowo berkabar bahwa Pak Lik Rakhmat Giryadi sudah datang. Dimulailah, Selasastra #5 di Boenga Ketjil, membahas tentang kumpulan cerpen Pak Lik Giryadi yang berjudul “Mengenang Kota yang Hilang”.
“Jurnalisme Diam Sastra Bicara” (Seno Gumira Ajidarma)
Sehabis magrib, lampu padam. Ublik-ublik kecil menyala di atas meja-meja, membingkai lukisan-lukisan yang terpampang di dinding, hingga kami menikmati menunggu dengan saling bercakap di keremangan. Tak berapa lama, lampu menyala dan Mas Andhi Setyo Wibowo berkabar bahwa Pak Lik Rakhmat Giryadi sudah datang. Dimulailah, Selasastra #5 di Boenga Ketjil, membahas tentang kumpulan cerpen Pak Lik Giryadi yang berjudul “Mengenang Kota yang Hilang”.
Langganan:
Postingan (Atom)
